Jumat, 03 Mei 2013

3rd TASK: CORRECTION SENTENCE


4. After she has bought himself a new automobile, she sold her bicycle.
                   A                B                                    C         D
In this sentence, B incorrect because him for male. The correct is herself.
6. George has not completed the assignment yet, and Maria hasn’t neither.
                   A                          B                 C                          D
In this sentence, D is incorrect because, neither= not either. So, the answer correct is has neither.

holiday


the holiday season in 2012, I was on vacation to my parents hometown in North Sumatra. there is very calming. I feel comfortable there. I also do not forget to visit the lake is quite famous in Indonesia, Lake Toba. hemm beautiful lake however, is less well maintained hygiene. either lack of awareness of the visitors, or poor management? but apart from that, I really admire the work of God's creation is so beautiful. after a day I was in Lake Toba, I went on a pilgrimage to the tomb of my grandfather and grandmother. then I spent some time to mengtunjungi my sisters house and circling North Sumatra. I have visited many areas. like Balige, Siantar, Kisaran, Medan, etc..
went by plane, due to travel there by road is very long which is 3 days 2 nights. while using the aircraft, only takes 3 hours to get to the city of Medan.

Selasa, 26 Maret 2013

daily actitivity

usually, I wake up at 5 in the morning and take a bath. after that, I had breakfast and prepare for work. I work from 8 am to 5 pm. I have a one-hour break. after my work, I go to school to learn. because I was taking night classes. My routine is so solid. I went to college from Monday to Saturday. on Sunday, I mengikiuti practicum class. after that I went to church. all felt tired. but I passed with enjoy. if for a job, I have five working days and two days off. if in the holidays, I used to do the task and resting at home. I hope all will be fine and I'm always in God's protection. amiiin

Rabu, 26 Desember 2012

evaluasi subyektif (tugas 4)

pada saat saya SMA saya belajar di jurusan IPA. pas lulus, saya bingung akan melanjutkan ke jurusan apa di perguruan tinggi. Orang tuaku menempatkan kau di Universitas Gunadarma. akupun bingun memilih fakultas apa. disana banyak sekali fakultas. ada ekonomi, sastra, psikologi, teknologi dan sipil. akhirnya aku memilih fakultas ekonomi.
di fakultas ekonomi aku disurih memilih lagi jurusan yang tersedia, ada manajemen dan akuntansi. yaaa karena setiap perusahaan selalu mkempunyai akuntan, akihrnya aku  memilih akuntansi saja. karena bidang keuangan selalu dipakai oleh setiap perusahaan, aku belajar akuntansi. kata dosen audit saya, dibalik perusahaan hebat terdapat seorang akuntan yang handal. itu sebabnya kenapa aku ingin belajar akuntansi.
akunt6ansi itu seperti garam dan perusahaan seperti masakan. masakan tidak akan berguna kalo gapake garam. begitru juga perusahaan tanpa adanya accounting, tidak akan mencapai suatu peryumbuhan.

koreksi:
Waktu di SMA saya mengambil studi jurusan IPA. Setelah lulus, saya bingung akan melanjutkan studi kemana. ternyata, orangtuaku memilih menekolahkan aku di Universitas Gunadarma dan memilih jurusan akuntansi.

5 Bumbu Rempah untuk Hangatkan Tubuh di Kala Hujan

Musim hujan seperti saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah sakit. Flu, demam, atau masuk angin merupakan penyakit yang kerap dialami, terutama bagi Anda yang kerap beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit datang adalah dengan mengonsumsi bahan rempah. Bahan-bahan rempah berikut ini juga dapat menghangatkan tubuh. Seperti dirangkum iDiva, berikut 5 jenis rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan tubuh.

1. Kunyit
Bumbu yang berasal dari India ini dianggap sebagai antibiotik alami. Beberapa studi di bidang medis mengklaim bahwa kunyit bekerja lebih baik dibanding cortisone dan phenylbutazon dalam menghangatkan tubuh. Kunyit juga bermanfaat untuk mengurangi sakit tenggorokan. Tambahkan kunyit ke dalam masakan atau bisa juga campurkan sedikit potongan kunyit ke dalam susu hangat, didihkan kembali bersama susu, aduk-aduk dan minum selagi hangat.

2. Kapulaga
Teh yang menggunakan campuran kapulaga dan cengkeh sangat membantu dalam mencegah flu dan dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, Anda bisa juga merebus dua atau tiga kapulaga dalam secangkir air yang ditambah dengan satu sendok madu, dan minumlah sebelum tidur agar dapat menghangatkan tenggorokan dan memperlancar pernapasan. Bumbu yang memiliki rasa pedas campur pahit ini memiliki banyak manfaat lainnya, antara lain mengurangi kejang perut dan rematik, mencegah mual, menghilangkan bau badan, dan menyembuhkan radang amandel. Aroma dari kapulaga juga dipercaya dapat membuat tubuh menjadi rileks.

3. Jahe
Orang indonesia biasa meminum jahe yang telah dibuat menjadi jamu. Jahe juga bisa dicampur ke dalam sup atau susu. Kandungan anti-inflamasi pada jahe dapat membantu melawan sakit tenggorokan dan infeksi pernapasan.

4. Kayu Manis
Kayu manis merupakan salah satu jenis rempah-rempah tertua. Kayu manis diyakini dapat merangsang sirkulasi darah sehingga badan kita terasa lebih hangat, dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh di cuaca yang sedang tidak menentu ini. Satu sendok bubuk kayu manis dan satu sendok madu yang dicampur dengan air hangat dapat menyegarkan kondisi tubuh, sekaligus mengurangi rasa dingin. Rempah yang memiliki aroma khas ini juga dapat dicampur dengan jahe untuk mengatasi masuk angin.
5. Cengkeh
Cengkeh dapat digunakan untuk mengobati masalah pernapasan dan mengatur suhu tubuh. Tambahkan dua atau tiga cengkeh ke dalam sup, teh, atau kari untuk mengobati batuk. Selain itu, mengunyah cengkeh dapat mengatasi radang tenggorokan.

http://wolipop.detik.com/read/2012/02/04/100318/1834039/1135/5-bumbu-rempah-untuk-hangatkan-tubuh-di-kala-hujan

Pertumbuhan Ekonomi RI Memukau, Pemerataan Menjauh

Wajar saja kinerja perekonomian Indonesia beberapa tahun ini mendapat banyak pengakuan dari berbagai pihak. Di tengah krisis keuangan di Eropa dan Amerika, perekonomian Indonesia tetap tumbuh relatif tinggi dan stabil. Banyak negara lain, termasuk China dan India, yang mengalami penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia beberapa tahun ini rata- rata di atas 6 persen. Tahun depan pertumbuhan ekonomi ditargetkan 6,8 persen. Tingkat inflasi terjaga sekitar 5 persen. Nilai tukar rupiah relatif bergerak di sekitar Rp 9.500 per dollar AS. Indeks Harga Saham Gabungan rata-rata berada di kisaran 4.200 poin.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain didorong investasi, terutama dari pihak asing. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan penanaman modal asing (PMA) tahun ini akan melampaui 19 miliar dollar AS, nilai PMA yang dicapai tahun lalu.
BKPM memiliki optimisme tinggi sebab sampai September 2012 total PMA sudah mencapai 18,3 miliar dollar AS. Total nilai investasi sampai akhir tahun ini diperkirakan Rp 300 triliun. Tahun 2013 BKPM menargetkan total investasi Rp 390 triliun.
Pertumbuhan ekonomi mutlak diperlukan dalam upaya penyediaan lapangan kerja di Indonesia. Pertanyaan yang muncul, apakah pertumbuhan ekonomi yang ada cukup memadai untuk menyerap tenaga kerja?
Berkualitas
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 118 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja pada periode itu sekitar 110,8 juta orang. Masih ada 7,2 juta orang yang menganggur atau sekitar 6,14 persen dari angkatan kerja. Sementara setiap tahun sekitar 2,5 juta orang masuk ke bursa pencari kerja baru.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan berkualitas amat diperlukan untuk mengatasi tingkat pengangguran yang ada dan menampung angkatan kerja baru. Persoalan yang ada, pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama ini belum menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Investasi yang masuk belum menyentuh sektor riil yang merupakan sektor formal. Alhasil, dari 118 juta tenaga kerja per Agustus 2012, sebanyak 44,2 juta orang (39,86 persen) bekerja di sektor formal, sementara 66,6 juta orang (60,14 persen) di sektor informal.
Dari data ini dapat diartikan bahwa sebagian besar pekerja belum memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai. Sekalipun mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi, lebih banyak pekerja di negeri ini bekerja tanpa jaminan kesehatan, hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan untuk tetap bekerja dalam jangka panjang. Artinya, belum terjadi pemerataan pendapatan.
Investasi terus meningkat, tetapi konsep pembangunan yang ada belum menempatkan unsur manusia di tempat pertama. Tidak heran, buruh terus berjuang keras menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada 2013. Melonjak hampir 45 persen dari tahun 2012, UMP tahun 2013 mencapai Rp 2,2 juta per bulan.
Tingkat pemerataan yang kian timpang bisa terlihat dari rasio gini Indonesia yang mencapai 0,41 pada 2011. Rasio ini naik dari 0,38 tahun 2010. Kondisi ini akan makin memprihatinkan jika rasio gini melampaui 0,5 sebab itu berarti kondisi ketimpangan membahayakan karena konflik sosial mudah merebak.
Upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi sudah sewajarnya disertai dengan upaya peningkatan pemerataan. Pembangunan infrastruktur menjadi sebuah keniscayaan. Masyarakat semakin diringankan dengan kehadiran jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dan rumah sakit yang memadai.
Menjadi persoalan karena dalam beberapa tahun terakhir pemerintah tidak punya dana cukup untuk infrastruktur. Hanya disiapkan dana infrastruktur Rp 168,7 triliun dari APBN-P 2012 sebesar Rp 1.548,2 triliun atau hanya 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), jauh dari angka ideal 5 persen dari PDB.
Dana Rp 312 triliun dipakai untuk subsidi energi atau 30 persen dari total belanja pusat. Sementara subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp 222, 8 triliun. Ini untuk konsumsi BBM sebanyak 45,7 juta kiloliter yang sebagian besar dinikmati pemilik mobil dan sepeda motor. Mereka rata-rata menerima Rp 120.000 per hari.
Desakan agar pemerintah mengalihkan sebagian dana subsidi BBM ini untuk infrastruktur terus dikumandangkan, tetapi pemerintah bergeming. Pemerintah beralasan takut terjadi kerusuhan dan gejolak sosial. Padahal, dengan membangun infrastruktur, sebuah pemerataan dan struktur sosial yang lebih kuat akan tercipta untuk jangka panjang. Pemerintah juga bisa mengoptimalkan pasar modal yang lagi menarik.
Pujian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi tak lepas dari bonus demografi yang ada. Ada kenaikan jumlah kelompok menengah dengan belanja 2-20 dollar AS per hari dari 81 juta orang pada 2003 jadi 134 juta orang tahun 2011.
Sayangnya, angka kelas menengah yang terus tumbuh ini lebih menarik sektor konsumsi. Yang menggelisahkan, peluang ini diambil oleh banyak produk impor, termasuk impor BBM yang terus meningkat.
Banyak pekerjaan untuk pemerataan pendapatan, termasuk akses ke bank yang masih minim. Padahal, dengan akses perbankan yang kian besar, hal itu akan makin menumbuhkan perekonomian dengan fondasi yang kuat. Tegasnya, perlu kehadiran negara yang lebih nyata untuk mengatasi semua ini.

www.kompas.com

Mengatakan 'Saya Sehat' Pada Orang lain Bisa Perpanjang Umur

Hidup sehat dan panjang umur ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Menurut penelitian terbaru, mengatakan bahwa Anda sehat kepada orang lain akan bantu Anda hidup lebih lama. Wow!

Sebuah penelitian menemukan bahwa peserta yang selalu menyatakan bahwa dirinya 'sangat sehat' memiliki risiko kematian lebih rendah, ketimbang mereka yang merasa kondisi tubuhnya 'tidak sehat'. Kesimpulan tersebut diambil setelah para pakar memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi harapan hidup seperti, tembakau, penyakit kronis, dan tekanan darah tinggi.

Temuan terbaru itu mendukung penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa berpikir positif dapat mempercepat penyembuhan seseorang. Pada tahun 70-an, penelitian yang melibatkan lebih dari 8.000 orang menemukan bahwa peserta penelitian yang menanggapi masalah kesehatan secara positif, cenderung lebih panjang umur daripada mereka yang berpikir negatif.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa orang yang menilai kesehatan mereka dengan sangat baik memiliki atribut yang dapat meningkatkan serta mempertahankan kesehatan meraka. Ini mungkin termasuk sikap positif, optimis, dan tingkat dasar kepuasan dengan kehidupan sendiri," ujar David Fah, peneliti dari University of Zurich, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Dalam penelitian tersebut, pria yang mengatakan bahwa kesehatan mereka 'tidak baik' memiliki kemungkinan 3,3 kali meninggal dunia daripada pria yang merasa kondisi tubuhnya sehat. Sedangkan wanita, memiliki kemungkinan kematian 1,9 kali lebih tinggi.

"Dokter yang baik seharusnya tidak hanya mencari faktor, risiko atau penyakit, tetapi juga memeriksa apakah pasien mereka memiliki sumber daya kesehatan yang dapat terus ditingkatkan jika perlu," jelas Fah lagi.

http://wolipop.detik.com/read/2012/02/13/075029/1840646/1135/mengatakan-saya-sehat-pada-orang-lain-bisa-perpanjang-umur