Selasa, 16 Oktober 2012

Antisipasi Perubahan Pasar


JAKARTA, KOMPAS.com — Pasar terus berubah. Perubahan tersebut perlu diamati dan dicermati agar pengusaha tidak salah langkah dalam menyajikan produknya.
Perubahan itu antara lain terlihat juga pada kelas menengah. Pergerakan kelas menengah selalu dinamis. Konsumsi kelas menengah berbeda saat mereka mulai berkembang.
"Kalau pengusaha ritel tidak mengenal pasar agak sulit. Di Indonesia, wanita yang akan menentukan apakah barang ini akan dibeli atau tidak," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada World Export Development Forum (WEDF) di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Menurut Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwognjo, salah satu cara untuk menanggapi perubahan pasar adalah dengan meningkatkan penggunaan teknologi informasi. Dia menceritakan pengalamannya di Tokyo, Jepang. Ketika hendak membeli daging, hanya dengan mendekatkan kode batang (barcode) pada sebuah mesin pembaca data, data-data dari mana daging itu berasal, termasuk nama peternakan dan pemilik sapi, dapat diketahui.
"Dahulu, ada yang mengekspor udang ke Uni Eropa dan diketahui mengandung bahan kimia. Karena tidak tahu dari mana sebenarnya udang itu berasal, seluruh ekspor udang dihentikan," katanya.
Hal itu tidak terjadi jika asal usul udang diketahui dengan pasti melalui bantuan teknologi informasi.

penulisan Karya Ilmiah


Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Sebagai sebuah proses transfer ilmu dan informasi, semakin hari aktivitas menulis semakin urgen untuk ditekuni. Akademisi syar`i yang memiliki orientasi dakwah danindzar umat, semestinya menyadari betapa dakwah bil qalam tidak kalah efektif –kalau tidak mau dibilang lebih— dibandingkan dakwah oral dalam bentuk ceramah dan khutbah.
Ada banyak jenis tulisan yang dapat dinikmati di zaman sekarang. Kecanggihan teknologi telah mewujudkan hal-hal yang dulu hanya menjadi khayalan para pendahulu kita. Hari ini, kumpulan karya tulis dapat dinikmati dengan mudah. Dari Koran, majalah, jurnal ilmiah, buku-buku fiksi, hingga internet yang secara cuma-cuma mengobral informasi dan ilmu dari dunia maya. Perkembangan dunia tulis menulis demikian pesatnya. Bentuk karya tulis semakin berwarna dan beragam. Tapi hakikatnya, karya tulis terbagi kepada dua pembagian besar: fiksi dan non-fiksi. Satu diantara jenis tulisan non-fiksi yang banyak kita temukan adalah karya tulis ilmiah populer. Tulisan berikut akan berbicara seputar jenis tulisan ini secara sederhana.
Mencari Definisi Tulisan Ilmiah Populer
Untuk memahami jenis tulisan ilmiah populer secara lebih dekat, akan lebih baik bila dilakukan terlebih dahulu pengkajian terhadap pengertian kata: tulisan, ilmiah, dan populer itu sendiri. Dari sana semoga akan ditemukan makna yang utuh tentang jenis tulisan ini. Berikut  pemaparan ringkas dari ketiga elemen itu.
Tulisan
Tulisan, menurut Dr. Slamet Suseno, adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis. Ia bukan pengarang. Sebab ia memang hanya mengkompilasikan (meringkas dan menggabungkan menjadi satu) pelbagai bahan informasi sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah cerita baru lagi yang lebih utuh.
Ilmiah
Ilmiah berarti bersifat ilmu, atau memnuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Artinya, karya ilmiah menggunakan metode ilmiah dalam membahas permasalahan, menyajikan kajiannya dengan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang lain seperti objektif, logis, empiris (berdasarkan fakta), sistematis, lugas, jelas, dan konsisten. Pada mulanya karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasarkan atas penelitian ilmiah. Namun belakangan mulai berkembang suatu paradigma baru bahwa suatu karya tulis ilmiah tidak harus didasarkan atas penelitaian ilmiah saja, melaikan juga suatu kajian terhadap suatu masalah yang dianalisis oleh ahlinya secara professional.
Contoh dari karya tulis ilmiah seperti definisi di atas adalah makalah (paper), artikel ilmiah, Skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain. Defenisi ilmiah ini sendiri akan mengalami reduksi (pengurangan) makna bila kelak digandengkan dengan kata populer.
Populer
Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Populer berarti dikenal dan disukai orang banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.
Setelah pemaparan singkat ini, kiranya kita dapat menarik kesimpulan –yang semoga komprehensif—tentang apa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah populer. Seperti yang kita katakan di atas, bahwa secara otomatis akan ada proses reduksi makna ilmiah dari makna aslinya ketika digandengkan dengan kata populer. Bila karya ilmiah di satu sisi kita sebut adalah nash umum, maka kata-kata populer adalah takhsishnya. Maka karya tulis ilmiah populer adalahkarya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.Dengan pengertian seperti ini, benar bila dikatakan bahwa ilmiah populer adalah sarana komunikasi antara ilmu dengan masyarakat awam.
Bila ingin ditambahkan dengan penjelasan kata tulisan di awal tadi, maka dapat kita katakan bahwa karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur, mengutip, dan meramu informasi dari berbagai tulisan orang lain, daripada menulis murni gagasan, pendapat, dan pernyataan sendiri. Artinya, karya tulis ilmiah –mengutip pendapat Soeseno—lebih cocok disebut sebagi tulisan ketimbang karangan. Satu hal yang pasti, meski melangalami reduksi, kata-kata ilmiah tetap menggambarkan pertanggungjawaban penulisnya secara ilmiah dengan pencantuman sumber rujukan.
Perbedaan Antara Tulisan Ilmiah Populer dengan Tulisan Ilmiah Murni
Dapat disimpulkan bahwa beda antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dll) sesungguhnya terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.
Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.
Artikel Media Massa
Artikel yang banyak dimuat di media massa, dari satu sisi merupakan karya tulis ilmiah populer. Sekalipun bersifat opini (gagasan murni), biasanya penulis artikel berangkat dari sejumlah referensi, entah itu kepustakaan atau hasil wawancara.
M. Arief Hakim membagi artikel dari segi proses penggarapannya kepada dua model: pertama, artikel yang digarap dengan cara refleksi murni dari penulisnya, tanpa bantuan referensi, pustaka, dan rujukan ilmiah lain. Kedua, artikel yang dibikin dengan bantuan referensi, pustaka, dan rujukan ilmiah tertentu. Model kedua inilah yang lazim. Arief Hakim mengatakan: ‘Artikel kebanyakan punya karakter `ilmiah` yang kental’.
Tulisan opini di media massa lazimnya adalah tulisan ilmiah populer. Karena para kolumnis media massa rata-rata adalah para pakar dan pengamat yang melakukan pengkajian mendalam terhadap masalah yang dibahasnya. Seperti dipaparkan sebelumnya, karya tulis ilmiah populer dalam arti yang sempit adalah derivasi (turunan) tulisan ilmiah yang dipopulerkan. Sehingga ia bisa berasal dari mempopulerkan tulisan ilmiah murni, atau bisa juga bisa berasal dari penulisan opini yang dibuat secara objektif dan mendalam.
Membuat Karya Tulis Ilmiah Populer
Secara umum, sekurang-kurangnya ada tiga proses menulis yang ditawarkan oleh David Nunan, yakni: (1) tahap pra-penulisan, (2) tahap penulisan, dan (3) tahap perbaikan (editing). Dalam prakteknya proses ini akan menjadi empat tahap, yaitu:
(1) tahap persiapan (pra-penulisan)
(2) tahap inkubasi
(3) tahap iluminasi
(4) tahap verifikasi/evaluasi
Hampir semua proses menulis (esai, opini/artikel, karya ilmiah, artistic, dan lain-lain) melalui keempat tahap ini. Berikut paparan keempat fase ini:
Pertama, tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya.
Kedua, tahap inkubasi adalah ketika pembelajar memproses informasi yang dimilikinya sedemikian rupa, sehingga mengantarkannya pada ditemukannya pemecahan masalah atau jalan keluar yang dicarinya. Proses inkubasi ini analog dengan ayam yang mengerami telurnya sampai telur menetas menjadi anak ayam.
Ketiga, tahap iluminasi adalah ketika datangnya inspirasi atau insight, yaitu gagasan datang seakan-akan tiba-tiba dan berloncatan dari pikiran kita. Pada saat ini, apa yang telah lama kita pikirkan menemukan pemecahan masalah atau jalan keluar. Iluminasi tidak mengenal tempat atau waktu. Ia bisa datang ketika kita duduk di kursi, sedang mengendarai mobil, sedang berbelanja di pasar atau di supermarket, sedang makan, sedang mandi, dan lain-lain.
Jika hal-hal itu terjadi, sebaiknya gagasan yang muncul dan amat dinantikan itu segera dicatat, jangan dibiarkan hilang kembali sebab momentum itu biasanya tidak berlangsung lama. Agar gagasan tidak menguap begitu saja, seorang pembelajar menulis yang baik selalu menyediakan ballpoint atau pensil dan kertas di dekatnya, bahkan dalam tasnya ke mana pun ia pergi.
Keempat, tahap terakhir yaitu verifikasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.
Beberapa Catatan Penting yang Perlu Diperhatikan Dalam Penulisan Karya tulis Ilmiah Populer
1.     Dalam konsep penulisan hard news (berita singkat) ada sistem yang disebut alur piramida terbalik, yang berarti dimulai dari informasi yang terpenting sampai ke detail yang kurang penting. Keuntungannya, pembaca cepat mendapat informasi utama. Untuk sebuah karya ilmiah seperti ilmiah populer, model ini kurang tepat untuk digunakan. Sebab terkesan membosankan. Hal yang terpenting sudah diketahui di awal, pembaca merasa sudah cukup dengan paragraf-paragraf awal. Tidak ada unsur menggelitik rasa ingin tahu lebih lanjut. Walau tidak salah, sistem penulisan seperti ini akan mengurangi daya tarik sebuah karya tulis ilmiah.
2.     Tentukan secara pasti, Kepada siapa anda menyajikan tulisan anda, media apa yang anda pilih (internet, televisi, koran, majalah, radio, dsb), gaya penulisan apa yang paling tepat, serta kira-kira berapa lama pembaca meluangkan waktu untuk membaca tulisan anda.
Walau factor-faktor ini lazim digunakan untuk semua jenis karya tulis, tapi untuk penulisan ilmiah populer ia menjadi lebih urgen. Karena sekali lagi, sesungguhnya ilmiah populer adalah papan yang menjembatani antara ilmu dengan masyarakat umum. Sehingga pemilihan kata, pertimbangan segmen tulisan, termasuk kemungkinan waktu pembaca amat penting dipertimbangkan.
3.     Kecerdasan menentukan topik bahasan akan sangat berpengaruh kepada menarik atau tidaknya hasil karya tulis. Ada beberapa kiat untuk menarik minat pembaca terhadap sebuah tulisan seperti ilmiah populer, di antaranya:
a.     Kaitkan dengan kondisi actual
b.     Kaitkan dengan aktivitas sehari-hari
c.     Perkenalkan ilmu atau temuan baru
d. Bahas permasalahan dengan sudut pandang yang baru, atau berbeda dengan bahasan-bahasan topik sejenis.
Penutup
Perlu ditekankan bahwa sebagai sebuah titian yang menjembatani dunia ilmiah dengan masyarakat umum, tulisan ilmiah populer memiliki peran penting dalam misi pencerdasan kehidupan umat. Standar kecanggihan sebuah tulisan ilmiah populer tidaklah terletak pada bahasa ilmiah yang bejibun dan membingungkan. Justeru ia menemukan nilainya di pemilihan bahasa yang mampu dicerna orang banyak. Di situlah ia menemukan hakikat populer yang melekat di ujung namanya.
Akhirnya, selamat mencoba. Selamat berjuang dan berkarya. Tulisan yang bagus tidak serta muncul dengan simsalabim, tapi melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran membaja. Di sanalah justeru nilai jihadnya terkandung. Wallahu a`lam
* Disampaikan dalam acara Diklat Menulis, Mengenal Pers dan Jurnalistik. Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR) Mesir, tanggal 08 Maret 2006 di Rumah Riau, Hay Nastr City, Kairo.
Bahan-bahan Rujukan:
1.   Otonomi Bahasa 7 Strategi Tulis Pragmatik bagi Praktisi Bisnis dan Mahasiswa. Ditulis oleh Wahyu Wibowo. Cetakan Pertama: Oktober 2003. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
2.  Menulis Artikel di Media, Dari Pemula Sampai Mahir. Ditulis oleh M. Arief Hakim. Cetakan Kedua (Edisi Revisi). Juli 2004. Penerbit Nuansa Cendekia, Bandung
3.  Jurnalistik Islami; Panduan Praktis Bagi Para Aktivis Muslim. Ditulis Oleh Ahmad Y. Samantho. Cetakan Pertama:  Mei 2002. Penerbit Harakah, Jakarta Selatan.
4.   Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Ketiga tahun 2002. Diterbitkan oleh Balai Pustaka; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
5.     Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah. Editor Harun Joko Prayitno, M. Thoyibi, Adyana Sunanda. Cetakan Kedua: Oktober 2000. Penerbit Muhammadiyah University Press, Surakarta.
6.     Manajemen Bahasa. Ditulis oleh Wahyu wibowo. Cetakan Kedua: Oktober 2003. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
7.     Khitah Aktivitas Menulis SINAI, Edisi Prolog. Sinai Press
8.     Artikel berjudul “Model pengajaran menulis Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Ditulis oleh Khaerudin Kurniawan.
9.     Artikel berjudul “Artikel Ilmiah Populer” oleh Lais Abid

Pelayanan Kesehatan Prioritas Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015


oleh: Weka Gunawan

Indonesia mempunyai potensi luar biasa sebagai pasar bagi pelayanan kesehatan. Bagaimana kita sebagai tenaga kesehatan mampu memainkan peran utama dan menjadi tuan di dalam negeri sendiri? Tak heran sektor kesehatan dapat dikatakan peluang pendapat yang sangat menjanjikan sehingga termasuk sektor yang diprioritaskan dalam rangka terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015.
Hal ini mengemukan di pertemuan para delegasi ASEAN di Country Coordinator on Services ke-71 pada 25–27 September 2012 di Kuala Lumpur Malaysia.

Indonesia bersama 9 negara ASEAN lainnya menyepakati peta jalan pada awal 2013 yang berisi butir-butir transparansi informasi tentang lalulintas jasa praktek dokter, dokter gigi dan keperawatan.
Delegasi sektor kesehatan dipimpin oleh Prof. Dr. Agus Purwadianto, dalam koordinasi Kementrian Perdagangan. Transparansi tersebut dalam bentuk Web ASEAN Joint Coordination Commitee on Medical, Dental and Nurse Services dari masing-masing negara. Untuk Indonesia, web tersebut akan dikelola oleh Kementerian kesehatan dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). 

Web tersebut nantinya akan memuat persyaratan dan prosedur perizinan (bagi dokter/dokter gigi ada 2 jenis: registrasi dan izin praktik), kualifikasi tenaga medis/perawat (penyamaan kompentensi minimal) dan standar teknis minimumnya (seperti kewajiban kemampuan berbahasa Indonesia, kepatuhan kepada kode etik, standar profesi, adanya asuransi malpraktek dll). 

Dalam pertemuan tersebut dibahas kemudahan lalu lintas tenaga kesehatan asing dalam bentuk pemberian izin sementara tenaga medis/perawat asing ke Indonesia dan sebaliknya. Hal tersebut pada prinsipnya sudah diperbolehkan oleh semua negara, sepanjang telah memenuhi aturan setempat. 

Saat ini, dokter asing boleh masuk ke Indonesia hanya untuk kepentingan alih iptekdok, di rumah sakit pendidikan, atau untuk mengajar dan penelitian. Selain itu juga bakti sosial dan penanganan bencana. Mereka akan diberi surat tanda registrasi sementara, berlaku satu tahun, dan dilarang praktek di Fasyankes (Fasilitas pelayanan kesehatan) swasta.
"Tentu hanya dokter asing yang baik dan trampil yang diizinkan praktik" kata Agus. Juga semua setelah dilakukan Mutual Recognition Arrangement (MRA), diantara profesi dokter dan dokter gigi serta perawat secara bilateral, untuk mencegah mereka yang tidak direkomendasi konsil profesi setempat. 

Untuk kedokteran sementara MRA ditujukan kepada dokter spesialis kebidanan, penyakit dalam kesehatan anak dan penyakit dalam.

Tak dibahas bahwa Malaysia memproteksi Fakultas Kedokterannya dengan tidak menerima mahasiswa asing di tingkat degree atau S-1 profesi. Malaysia menerima mahasiswa asing bidang kedokteran hanya untuk tingkat dokter pakar dan pasca sarjana saja.
Sementara warga negara Malaysia yang menjadi mahasiswa (S-1) Kedokteran di Indonesia banyak sekali baik di universitas negeri maupun swasta. 
*) Weka Gunawan, pengajar Faculty of Medicine National University of Malaysia, tinggal di Kuala Kumpur, Malaysia

Pelayanan Kesehatan Prioritas Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015


oleh: Weka Gunawan

Indonesia mempunyai potensi luar biasa sebagai pasar bagi pelayanan kesehatan. Bagaimana kita sebagai tenaga kesehatan mampu memainkan peran utama dan menjadi tuan di dalam negeri sendiri? Tak heran sektor kesehatan dapat dikatakan peluang pendapat yang sangat menjanjikan sehingga termasuk sektor yang diprioritaskan dalam rangka terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015.
Hal ini mengemukan di pertemuan para delegasi ASEAN di Country Coordinator on Services ke-71 pada 25–27 September 2012 di Kuala Lumpur Malaysia.

Indonesia bersama 9 negara ASEAN lainnya menyepakati peta jalan pada awal 2013 yang berisi butir-butir transparansi informasi tentang lalulintas jasa praktek dokter, dokter gigi dan keperawatan.
Delegasi sektor kesehatan dipimpin oleh Prof. Dr. Agus Purwadianto, dalam koordinasi Kementrian Perdagangan. Transparansi tersebut dalam bentuk Web ASEAN Joint Coordination Commitee on Medical, Dental and Nurse Services dari masing-masing negara. Untuk Indonesia, web tersebut akan dikelola oleh Kementerian kesehatan dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). 

Web tersebut nantinya akan memuat persyaratan dan prosedur perizinan (bagi dokter/dokter gigi ada 2 jenis: registrasi dan izin praktik), kualifikasi tenaga medis/perawat (penyamaan kompentensi minimal) dan standar teknis minimumnya (seperti kewajiban kemampuan berbahasa Indonesia, kepatuhan kepada kode etik, standar profesi, adanya asuransi malpraktek dll). 

Dalam pertemuan tersebut dibahas kemudahan lalu lintas tenaga kesehatan asing dalam bentuk pemberian izin sementara tenaga medis/perawat asing ke Indonesia dan sebaliknya. Hal tersebut pada prinsipnya sudah diperbolehkan oleh semua negara, sepanjang telah memenuhi aturan setempat. 

Saat ini, dokter asing boleh masuk ke Indonesia hanya untuk kepentingan alih iptekdok, di rumah sakit pendidikan, atau untuk mengajar dan penelitian. Selain itu juga bakti sosial dan penanganan bencana. Mereka akan diberi surat tanda registrasi sementara, berlaku satu tahun, dan dilarang praktek di Fasyankes (Fasilitas pelayanan kesehatan) swasta.
"Tentu hanya dokter asing yang baik dan trampil yang diizinkan praktik" kata Agus. Juga semua setelah dilakukan Mutual Recognition Arrangement (MRA), diantara profesi dokter dan dokter gigi serta perawat secara bilateral, untuk mencegah mereka yang tidak direkomendasi konsil profesi setempat. 

Untuk kedokteran sementara MRA ditujukan kepada dokter spesialis kebidanan, penyakit dalam kesehatan anak dan penyakit dalam.

Tak dibahas bahwa Malaysia memproteksi Fakultas Kedokterannya dengan tidak menerima mahasiswa asing di tingkat degree atau S-1 profesi. Malaysia menerima mahasiswa asing bidang kedokteran hanya untuk tingkat dokter pakar dan pasca sarjana saja.
Sementara warga negara Malaysia yang menjadi mahasiswa (S-1) Kedokteran di Indonesia banyak sekali baik di universitas negeri maupun swasta. 
*) Weka Gunawan, pengajar Faculty of Medicine National University of Malaysia, tinggal di Kuala Kumpur, Malaysia

Harga Properti Makin Liar


KOMPAS.com — Jumat (28/9), usahawan properti, Eiffel Tedja, tampak kikuk ketika seorang teman dekatnya bertanya tentang harga apartemen di Gandaria City, Jakarta. Setelah menghela napas sejenak, ia menyatakan tidak hafal harga rumah dan apartemen. Akan tetapi, ia akan meminta seorang direkturnya mengontak teman tersebut.
Kepada Kompas, Eiffel menyatakan acap kikuk kalau ditanya soal harga apartemen. Ini semata karena harga produk tersebut tengah meluncur ke langit. Tiga tahun silam, harga apartemen yang ditanyakan temannya masih pada angka Rp 2,6 miliar per unit. Kini, harga apartemen dengan luas 210 meter persegi itu sudah menembus angka Rp 6,2 miliar. Apartemen dengan luas 70 meter persegi, yang dua atau tiga tahun silam ”hanya” Rp 1,3 miliar, kini sudah meluncur ke angka Rp 3 miliar. Ini sebabnya Eiffel menghindar menjawab soal harga. Ia agak rikuh kepada temannya. Harga apartemen sudah terlampau mahal, menurut ukuran umum.
Harga rumah (landed house) dan apartemen memang luar biasa mahalnya kini. Di Surabaya, harga rumah ”makin gila dan liar”. Satu unit rumah berukuran 150 meter persegi di Surabaya barat lima tahun silam ”hanya” Rp 1,9 miliar, tetapi kini mencapai Rp 4,6 miliar. Di Serpong, Tangerang, lima tahun lalu harga tanah ”hanya” Rp 5 juta per meter persegi, tetapi kini Rp 40 juta per meter persegi. Artinya, kalau kita hendak membeli kapling saja, sebutlah seluas 300 meter persegi, kita sudah mesti mengeluarkan dana sebesar Rp 12 miliar. Ini baru tanah, belum bangunannya. Bukan main.
Di DKI Jakarta, terutama yang berada di lokasi strategis, harga lebih liar lagi. Harga satu meter persegi tanah bisa mencapai Rp 75 juta. Kalau hendak membeli tanah seluas 1.000 meter persegi, ya, bayangkanlah sendiri.
Hal yang menakjubkan. Bagaimanapun mahalnya harga, rumah dan apartemen tersebut selalu laku terjual. Di sisi lain, tabiat warga DKI Jakarta dan sekitarnya memang aneh. Semakin mahal sebuah produk properti, semakin larislah ia. Bayangkan, rumah dengan harga Rp 6 miliar, bahkan Rp 10 miliar, bisa disambar pembeli tanpa berkedip.
Fakta yang menarik adalah uang yang dipegang warga kelas menengah ke atas masih tebal. Produk demi produk diluncurkan, mereka tetap mempunyai energi cukup untuk membeli produk baru. Mereka, kaum menengah dan menengah ke atas, memang tidak semuanya membeli rumah atau apartemen untuk dihuni. Sebagian di antara mereka membeli untuk investasi. Investasi itu dilepas satu sampai lima tahun kemudian ketika harga sudah melambung jauh.
Sebagai contoh, modal hanya Rp 3 miliar, ketika rumah hendak dilepas lima tahun kemudian, harganya sudah mencapai Rp 6 miliar. Peningkatan harga dengan margin Rp 3 miliar memang ”biasa saja” kalau yang dijual hanya satu unit. Namun, kalau mencapai 30 rumah, investornya pesta besar. Dalam tempo tiga tahun, ia meraup hampir Rp 100 miliar. Padahal, bisnis ini tidak memerlukan kecerdasan yang menonjol. Hal yang hendak digarisbawahi di sini adalah semakin liarnya harga rumah dan apartemen membuat warga dengan penghasilan pas-pasan makin tertinggal. Mereka hanya bisa membeli rumah atau apartemen dengan label ”pinggiran”, ”marjinal”, atau ”rumah sederhana”. Hendak masuk ke wilayah strategis makin sulit karena harga makin liar dan merengkuh langit.
Ini sebuah sinyal pasar yang perlu diamati pemerintah. Langkah yang perlu adalah bagaimana agar kawasan strategis bukan hanya milik kaum berduit, melainkan juga warga bersahaja, warga dengan kemampuan ekonomi di bawah kelas menengah. (Abun Sanda)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/01/12470630/Harga.Properti.Makin.Liar

Kamis, 11 Oktober 2012

Properti: Pasar Cat Masih Potensial


                Perkembangan pasar cat dekoratif, baik eksterior maupun interior, di Indonesia masih sangat potensial. Seiring pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh meluasnya pasar properti, permintaan produj cat diperkirakan semakin meningkat. Presiden Direktur PT Jotun Indonesia Eric Mallace, di Jakarta Rabu (10/10), mengemukakan, pihaknya sip menambah investasi seniai 30 juta dollar Asbuntuk peningkatan kapasitas produk cat di Indonesia. Dengan investasi itu, produksi cat di Indonesia ditargetkan meningta dari 30 juta-40 juta liter tahun 2012 menjadi 100 juta liter hingga tahun 2015. Ia menambahkan, iklim di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada umumnya panas, lembab dan memilikin tingkat polusi tinggi. Untuk itu konsumen membutuhan produk cat eksterior untuk properti yang tahan cuaca, tahan lama, tidak mudah kotor, kaya warna, dan ramah lingkungan.
“kebutuhan cat adalah untuk mempercantik rumah dan melindungi rumah sehingga semua bisa merasa nyaman”, ujar Eric, saat penulusuran dua produk baru cat premium eksterior Jotahshield Antifade dan cat atap New Jotaroof. Manajer Pemasaran PT Jotun Indonesia area Sumatera Victor Taslim menambahkan, konsumsi cat di Indonesia rata-rata 1,1 liter perkapita atau jauh lenih rendah jika dibandingkan negara-negara lain. Di Malaysia konsumsi cat berkisar lima per kapita, dan Singapura bisa mencapai 20-30 liter perkapita.
                “pasar cat di Indonesia masih terbuka lebar. Apalagi perekonomian membaik, properti terus tumbuh, dan bertambahnya kelas menengah”, ujar Victor. Ia menambahkan pasar kelas menengah semakin menginginkan produk cat yang berkualitas tinghi untuk properti. Produk cat perimium menjadi pilihan karena dinilai tahan lama dan tidak cepat pudar. Saat ini Jotun meluncurkan dua produk cat eksterior terbaru, yaitu cat antipudr Jotashield AntiFade dan cat atap New Jotaroof. Jotashield Antifade diformulasikan memiliki warna yang dua kali tahan lama, mengurangi kotoran pada tembok, karena kotoran mudah tersapu hujan, dan memantulkan sinar matahari sehingga menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 3-5 derajat celsius.
KOMPAS 11/10/12 HAL 20

Pelayanan Perbankan Internet


Pada era teknonologi yang brkembang pesat, pelayanan perbankan dituntut lebih cepat,mudah, dan fleksibel. Pelayanan internet banking atau perbankan internet salah satu jawabannya. Internet banking menjawab tuntutan nasabah yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman, murah , tersedia 24jam, serta dapat diakses dari mana saja, baik dari telepon seluler, komputer, maupun laptop.
          Pengaturan internet baking tidak terlepas dari Undang-Undang Perbankan nomor 7 Tahun 1992 beserta UU perubahannya yakni UU Nomor 10 Tahun 1998. Peraturan lain yang di dalamnya terdapat ketentuan mengenai internet banking adalah peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Internet banking di sni disebutkan dengan istilah electronic banking.
          Internt banking dirintis di Indonesia tahun 1998. Yang ditawarkan internet banking itu adalah nasabah bisa mengecek saldo, membuka rekening baru, mengirim uang (transfer), membayar tagihn, memperoleh informasi suku bunga dan nilai tukar mata uang, serta pelayanan lain.
          Meski menawarkan sejumlah manfaat, faktanya minat nasabah menggunakan fasilitas internet banking masih rendah. Jumlah nasabah di Indonesianpengguna internet banking tahun 2001 sebanyak 293.351 orang. Jumlah ini meningkat menjadi 424.063 orang tahun 2004. Jika dilihat dari jumlah pengguna internet di Indonesia, perkembangan internet banking seharusnya bisa lebih masif.
          Dari data diatas yang dirilis www.internetworldstats.com, pengguna internet di Indonesia tumbuh lebih dari 1.150 persen dalam 10 tahun terakhir. Tahun 2008, tital pengguna internet mencapai 25 juta orang dari populasi 238 juta jiwa.
          Lalu mengapa pertumbuhan pengguna internet banking lamban? Pertama, kualitas layanan internet banking belum merata. Nasabah sering kali gagal bertransaksi, yang mengakibatkan kekecewaan. Kedua, keandalan dan keamanan. Beberapa modus kejahatannya antara lain website forging (modus di mana pelaku kejahatan membuat tampilan dan alamat domain situs web persis dengan situs web bank asli). Nasabah terkecoh dan pelaku dengan mudah memperoleh username dan password. Ketiga, seperti SMS dan mobile banking, internet banking juga belum punya regulasi khusu lex specialis, masih dinaungi peraturan bersifat umum. Akibatnya, ketentuan soal proteksi nasabah kurang dibidik sehingga nasabah belum percaya 100 persen.
          Penrapan internet bamking bisa menjadi sarana tragis untuk mendorong kompetisi antarbank. Tak hanya itu, internet banking juga mendorong perekonomian efektif dan efisien.
          Karena itu, penerapan internet banking harus terus didorong Bank harus memperbaiki kualitas pelayanan. Pemerintah melengkapi ketentuan hukumnya. Dan, nasabah harus mulai membiasakan diri menggunkan layanan tersebut.
Dikutip dari harian KOMPAS hal 17 tanggal 11/10/12.